Monitoring Perlindungan Kehati Area Konservasi Alas Mantu Cager, Desa Manistutu, Kabupaten Jembrana 2024

Monitoring Perlindungan Kehati Area Konservasi Alas Mantu Cager, Desa Manistutu, Kabupaten Jembrana 2024
Monitoring Keanekaragaman Hayati Flora di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana
Keanekaragaman hayati flora merupakan elemen kunci dalam ekosistem suatu kawasan. Flora dan vegetasi berperan penting dalam fungsi ekologis utama, seperti sebagai produsen utama (oksigen dan metabolit lainnya) bagi lingkungan, serta fungsi pendukung seperti keindahan, arsitektur, sosial budaya, dan ekonomi. (Kusmana, 2015).
Hasil pengamatan keanekaragaman flora di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana, mencatat 500 individu dari 6 spesies (Tabel 2). Jenis flora yang teridentifikasi mencakup tanaman kayu seperti durian, manggis, dan sawo. Indeks keanekaragaman hayati flora dihitung menggunakan indeks Shannon-Wiener (H’), dengan nilai sebesar 1,765. Nilai ini menunjukkan keanekaragaman sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa ekosistem di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana, berada dalam kondisi yang cukup stabil namun masih memiliki potensi untuk peningkatan keanekaragaman
Tabel 3.1 Hasil pengamatan keanekaragaman flora di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana
| No | Nama Ilmiah | Nama Lokal | Status Perlindungan | Jumlah Individu | ||
| IUCN | CITES | |||||
| 1 | Durio zibethinus | Durian | LC | - | 100 | |
| 2 | Garcinia mangostana | Manggis | - | - | 100 | |
| 3 | Magnolia champaca | Cempaka | LC | - | 75 | |
| 4 | Mangifera indica | Mangga | - | - | 50 | |
| 5 | Manilkara zapota | Sawo | LC | - | 100 | |
| 6 | Persea Americana | Alpukat | - | - | 75 | |
| Jumlah Individu | 500 | |||||
| Jumlah Spesies | 6 | |||||
| Indeks Keanekaragaman | 1,765 | |||||
Keanekaragaman mencakup dua hal pokok yaitu variasi jumlah spesies dan jumlah individu tiap spesies pada suatu kawasan. Suatu komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman jenis tinggi jika komunitas itu disusun oleh banyak jenis dengan kelimpahan jenis yang sama atau hampir sama. Keanekaragaman yang tinggi menunjukkan bahwa suatu komunitas memiliki kompleksitas tinggi karena dalam komunitas itu terjadi interaksi jenis yang tinggi pula. Sehingga dalam suatu komunitas yang mempunyai keanekaragaman jenis tinggi akan terjadi interaksi jenis yang melibatkan transfer energi (jaring-jaring makanan), predasi, kompetisi, dan pembagian relung yang secara teoritis lebih kompleks.
Monitoring Keanekaragaman Hayati Fauna di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana
Pengamatan keanekaragaman fauna di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana ditemukan 10 spesies. Terdiri dari 3 kelas, diantaranya mamalia 1 jenis, aves 4 jenis, dan insekta 5 jenis (Gambar 3.1).
Kelompok yang paling banyak ditemukan di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana dari kelas insecta/serangga (5 jenis). Sedangkan yang paling sedikit yaitu dari kelas mamalia dengan penemuan hanya 1 jenis. Kelas insecta lebih banyak ditemukan dari kelas lainnya kemungkinan dikarenakan insecta merupakan kelas hewan yang mempunyai kemampuan reproduksi tinggi, siklus hidup yang singkat dan cenderung memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap suatu lingkungan sehingga mampu menyesuaikan dengan keadaan Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana yang pada dasarnya merupakan area yang sibuk dengan aktivitas manusia.
Tabel 3.2 Hasil pengamatan keanekaragaman fauna di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana
| No | Nama Ilmiah | Nama lokal | Status Perlindungan | Jumlah Individu | ||||
| IUCN | CITES | |||||||
| Mamalia | ||||||||
| 1 | Scandentia | Tupai | LC | - | 15 | |||
| Aves | ||||||||
| 1 | Collocalia vestita | Burung Walet | - | Appendix II | 22 | |||
| 2 | Geopelia striata | Burung Perkutut | LC | - | 24 | |||
| 3 | Passer montanus | Burung Gereja | LC | - | 26 | |||
| 4 | Prinia familiaris | Burung Prenjak | LC | - | 27 | |||
| Insecta | ||||||||
| 1 | Anisoptera | Capung merah | - | - | 56 | |||
| 2 | Apis Dorsata | Lebah Hutan | - | - | 28 | |||
| 3 | Gryllus bimaculatus | Jangkrik | - | - | 48 | |||
| 4 | Rhopalocera | Kupu-kupu | - | - | 29 | |||
| 5 | Zygoptera | Capung Jarum | - | - | 35 | |||
| Jumlah Individu | 310 | |||||||
| Jumlah Spesies | 10 | |||||||
| Indeks Keanekaragaman | 2,236 | |||||||
Nilai indeks keanekaragaman hayati Shannon-Wiener (H’) untuk fauna di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana, adalah 2,236 (Tabel 3.2). Menurut Krebs (2002), nilai H’ yang berkisar antara 1-3 termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Ini menunjukkan bahwa keanekaragaman fauna di area tersebut memiliki stabilitas komunitas yang sedang. Indriyanto (2006) menyatakan bahwa selain mengukur keanekaragaman spesies, indeks keanekaragaman juga dapat digunakan untuk menilai stabilitas komunitas, yaitu kemampuan komunitas untuk mempertahankan kondisi stabil meskipun ada gangguan terhadap komponennya. Nilai H’ yang lebih tinggi mencerminkan interaksi yang lebih kompleks antara jenis-jenis dan lingkungan, serta stabilitas ekosistem yang lebih baik.
Capung Merah (Anisoptera) adalah jenis fauna yang paling sering ditemukan di area tersebut, dengan 56 individu teridentifikasi. Prevalensi tinggi ini mungkin disebabkan oleh habitat ideal, seperti perairan dangkal yang mendukung kehidupan larva capung. Ketersediaan makanan yang melimpah dan minimnya predator alami juga berkontribusi pada tingginya populasi Capung Merah di kawasan ini. Kualitas lingkungan yang baik, termasuk kualitas air dan vegetasi yang mendukung, turut meningkatkan kelimpahan mereka.
Berdasarkan status konservasi menurut IUCN Red List, sebagian besar fauna yang ditemukan di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana, tergolong dalam kategori Least Concern (LC), yang berarti risiko kepunahan mereka relatif rendah. Untuk meningkatkan keragaman spesies dan kualitas habitat, pihak pengelola disarankan untuk mempertimbangkan penambahan pohon bertajuk lebat, seperti pohon beringin atau pohon waru. Meskipun area tersebut sudah memiliki banyak pohon, penambahan pohon bertajuk lebat dapat menyediakan tempat berlindung yang lebih baik dan menarik lebih banyak spesies mamalia ke kawasan konservasi.
Tabel 3.3 Nilai Indeks H’ Tiga Tahun Terakhir
| Tahun | Indeks H' | Jumlah Individu |
| 2022 | 2,495 | 735 |
| 2023 | 2,568 | 752 |
| 2024* | 2,611 | 810 |
*sampai dengan bulan Juni 2024













