Optimasi Pertumbuhan Pohon Cendana dengan Menggunakan PUSPANG (Pupuk Sisa Pangan) dan RED-SPROUT : Red Syzygium Propagation Outreach

Informasi Program

Perusahaan mengalami sejumlah tantangan yang memengaruhi efektivitas serta keberlanjutan kegiatan penghijauan. Salah satu hambatan utama ialah ketergantungan total pada pemasok eksternal dalam memenuhi kebutuhan bibit, yang tidak hanya meningkatkan biaya, tetapi juga membatasi ketersediaan bibit dalam jumlah yang memadai. Selain itu, terdapat beberapa lahan kosong di area perusahaan yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi. Melalui keberadaan program RED-SPROUT : Red Syzygium Propagation Outreach, proses propagasi dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, memungkinkan perusahaan memperoleh bibit dalam jumlah besar tanpa harus mengeluarkan biaya pembelian yang sebelumnya menjadi beban anggaran rutin. Dengan tersedianya bibit internal, perusahaan juga dapat memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara lebih optimal dan konsisten. Area-area kosong yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini ditanami dengan bibit hasil pembibitan sendiri, sehingga terjadi peningkatan tutupan vegetasi sekaligus perbaikan kualitas lingkungan kerja.

Metode Pelaksanaan

  1. Persiapan pengelolaan sisa makanan
  2. Pemberian Pupuk
  3. Monitoring dan evaluasi hasil penanaman Inovasi

Hasil Pelaksanaan Program

Berdasarkan hasil sensus flora pada program Optimasi Pertumbuhan Pohon Cendana dengan Menggunakan PUSPANG (Pupuk Sisa Pangan) diperoleh data sebagai berikut

Grafik Jumlah Individu Flora Program Optimasi Pertumbuhan Pohon Cendana dengan Menggunakan PUSPANG (Pupuk Sisa Pangan)


Grafik Jumlah Individu Flora Program RED-SPROUT : Red Syzygium Propagation Outreach

H’ Indeks Program Optimasi Pertumbuhan Pohon Cendana dengan Menggunakan PUSPANG (Pupuk Sisa Pangan) dan Program RED-SPROUT : Red Syzygium Propagation Outreach

Dokumentasi