Penangkaran Rusa Timor (Rusa Timorensis) 

Sebagai upaya konservasi satwa endemik Jawa, Fuel Terminal Tuban Pertamina Tuban membentuk penangkaran rusa Jawa (Rusa timorensis). Rusa Jawa atau rusa timor merupakan satwa dari golongan ruminansia (hewan pemamah biak) yang termasuk famili Cervidae.Rusa jawa memiliki ciri khas antara lain: berambut cokelat kemerahan hingga abu-abu kecokelatan di bagian

dorsal hingga lateral dengan warna pada bagian ventral lebih terang, tinggi bahu 100-110 cm, panjang tubuh 1420-1850 cm dengan panjang ekor 200 mm, jantan berbobot hingga 73.000 g dan betina hingga 50.000 g (Utami et al., 2012 dan Haryono et al., 2019). 

Karakteristik yang membedakan rusa jawa dari rusa jenis lain di Indonesia adalah cabang kedua dari tanduk yang disebut Bez tumbuh ke arah luar, sementara rusa jenis lain di Indonesia tumbuh ke arah dalam (Yudha et al., 2019). Secara alamiah rusa jawa tersebar dari pulau jawa hingga Bali, akan tetapi secara introduksi telah tersebar dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua (Haryono et al., 2019). Status konservasi rusa jawa saat ini termasuk satwa yang dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia NO. P.20 tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi serta dikategorikan ke dalam Vulnerable (VU) atau rentan pada IUCN Redlist. 

Oleh Fuel Terminal Pertamina Tuban rusa timor ditangkarkan pada kandang yang dilengkapi dengan kolam untuk minum, tumbuhan berkayu, rerumputan, dan area peneduh untuk beristirahat. Lokasi kendang berada di luar area inti dan berdekatan dengan kantor sehingga jauh dari gangguan kegiatan produksi perusahaan, kendang rusa dapat menjadi hiburan tersendiri bagi staf dan karyawan di Fuel Terminal Tuban. Pemberian makanan rusa dilakukan secara harian dengan melibatkan masyarakat sekitar. Makanan rusa terdiri dari rumput yang dipotong dari sekitar area Fuel Terminal Tuban dan wortel.