Pertamina Menginisiasi Program Blue Carbon Melalui Penanaman Mangrove

Pertamina Menginisiasi Program Blue Carbon Melalui Penanaman Mangrove
Malang, 07 September 2024 – Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Malang bekerja sama dengan Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Malang dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tani Maju dalam menyelenggarakan kegiatan “Inisiatif Blue Carbon” berupa penanaman 200 bibit mangrove di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gebyar Konservasi 2024 yang bertujuan untuk meningkatkan indeks keanekaragaman hayati, melindungi dan melestarikan lingkungan pesisir serta ekosistem laut melalui upaya penghijauan kawasan pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan alam dan mencegah abrasi pantai, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir melalui ekosistem yang lebih sehat dan produktif.
Fuel Terminal Manager Malang, Tony Kurniawan pada paparannya menyampaikan, Pertamina berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong keberlanjutan ekosistem laut Indonesia melalui Inisiatif Blue Carbon.
“Kegiatan penanaman mangrove ini adalah bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga keseimbangan alam melalui Inisiatif Blue Carbon. Kami percaya, upaya pelestarian lingkungan pesisir tidak hanya penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pertamina akan terus mendukung aksi-aksi keberlanjutan demi masa depan yang lebih hijau,” Ujar Tony.
Selain sebagai upaya lingkungan, Tony juga menekankan bahwa pelibatan masyarakat dalam kegiatan ini adalah kunci keberhasilan program. Dengan melibatkan berbagai pihak, seperti BSTC, Perhutani KPH Malang dan LMDH Tani Maju, diharapkan ada kesadaran kolektif yang tumbuh untuk terus merawat mangrove dan menjaga kelestarian ekosistemnya. “Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa upaya ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat lokal,” tambahnya.


