Monitoring Perlindungan Kehati Area Konservasi PTK Marine Port Benoa 2024

Program Konservasi PTK Marine Benoa

Monitoring Kehati Flora

Keanekaragaman hayati flora adalah elemen kunci dalam ekosistem suatu kawasan. Flora dan vegetasi memainkan peran penting sebagai produsen utama (seperti penyedia oksigen dan metabolit lainnya) serta mendukung fungsi ekologis lainnya, seperti keindahan, arsitektur, sosial budaya, dan ekonomi, yang mengoptimalkan peran keberadaannya (Kusmana, 2015). Hasil pengamatan keanekaragaman flora di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran mencatat 239 individu dari 27 spesies (Tabel 3.1). Jenis pohon yang dominan di area ini adalah Jepun Jepang (Adenium obesum). Keanekaragaman flora dipresentasikan melalui indeks keanekaragaman hayati Shannon-Wiener (H’) sebesar 3,064, yang menunjukkan kategori keanekaragaman tinggi, menandakan bahwa ekosistem di area tersebut dalam kondisi prima atau stabil.

Tabel 3.1 Hasil pengamatan keanekaragaman flora di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran

NoNama IlmiahNama LokalStatus PerlindunganJumlah Individu
IUCNCITES
1Acacia auriculiformisAkasiaLC-11
2Adenium obesuJepun JepangLCAppendix II33
3Annona squamosaSrikayaLC-7
4Antidesma buniusBuni--4
5Artocarpus heterophyllusNangkaLC-7
6BougainvilleaKembang Kertas--6
7Brassica rapa LPakcoy--10
8Bryophyllum pinnatumCocor bebek--14
9Carica papayaPepayaLC-10
10Citrus × aurantiifoliaJeruk Nipis--4
11Cocos nuciferaKelapaLC-7
12Cordyline fruticosaAndong--12
13Curcuma longa LinnKunyit--10
14Dimocarpus longanKelengkengLC-1
15Gardenia JasminoideJempiring--3
16Leucaena leucocephalaPetai Cina--12
17Manihot esculentaKetelaLC-16
18Monstera deliciosaPisang Cavendish--13
19Muntingia calaburaKersen--5
20Ocimum basilicumKemangi--3
21Syzygium oleanaPucuk Merah--20
22Plumeria albaKamboja Putih--5
23Plumeria rubraKamboja Merah--5
24Solanum melongena LTerong UnguLC-5
25Syzygium cuminiJuwetLC-2
26Terminalia catappaKetapang--4
27Zingiber Officinale Var Rubrum RhizomaJahe--10
Jumlah Individu239
Jumlah Spesies27
Indeks Keanekaragaman3,064

Keanekaragaman mencakup dua hal pokok yaitu variasi jumlah spesies dan jumlah individu tiap spesies pada suatu kawasan. Suatu komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman jenis tinggi jika komunitas itu disusun oleh banyak jenis dengan kelimpahan jenis yang sama atau hampir sama. Keanekaragaman yang tinggi menunjukkan bahwa suatu komunitas memiliki kompleksitas tinggi karena dalam komunitas itu terjadi interaksi jenis yang tinggi pula. Sehingga dalam suatu komunitas yang mempunyai keanekaragaman jenis tinggi akan terjadi interaksi jenis yang melibatkan transfer energi (jaring-jaring makanan), predasi, kompetisi, dan pembagian relung yang secara teoritis lebih kompleks.

Monitoring Keanekaragaman Hayati Fauna di Area Konservasi Alas Mantu Cager, Manistutu, Jembrana

Pengamatan keanekaragaman fauna di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran ditemukan 9 spesies. Terdiri dari 3 kelas, diantaranya mamalia 1 jenis, aves 6 jenis, dan insekta 2 jenis (Gambar 3.1).

Gambar 3.1 Diagram Keanekaragaman Fauna di  Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran

Kelompok aves (burung) merupakan kelompok fauna yang paling banyak ditemukan di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran, dengan teridentifikasi sebanyak 6 jenis. Sebaliknya, hanya 1 jenis mammalia yang ditemukan di area tersebut. Keberadaan burung yang lebih banyak disebabkan oleh habitat yang menyediakan banyak tempat bersarang, makanan, dan perlindungan yang sesuai. Lingkungan yang bervariasi dengan vegetasi dan sumber air menarik berbagai spesies burung. Sedangkan, hanya satu jenis mamalia yang terdeteksi kemungkinan karena habitat yang kurang mendukung kebutuhan mereka, seperti tempat berlindung dan makanan. Tabel 3 menyajikan daftar jenis hewan yang ditemukan di area konservasi ini.

Tabel 3.2 Hasil pengamatan keanekaragaman fauna di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran

NoNama IlmiahNama LokalStatus PerlindunganJumlah Individu 
IUCNCITES 
Mammalia  
1ScandentiaTupaiLC-5 
Aves  
1AgapornisBurung cintaNear Threatened-1 
2Egretta garzettaKuntulLC-21 
3CorvusGagakLC-5 
4Geopelia Setreata MangeusPerkutut SumbaLC-5 
5Geopelia striataPerkututLC-8 
6Prinia polychroaPrenjak CokelatLC-1 
Insecta  
1AnisopteraCapung merah--18 
2RhopaloceraKupu-kupu--9 
Jumlah Individu73 
Jumlah Spesies9 
Indeks Keanekaragaman1,872 

Nilai indeks keanekaragaman hayati Shannon-Wiener (H’) dari fauna adalah 1,872 (Tabel 3.2). Menurut Krebs (2002), nilai H’ yang berkisar antara 1-3 termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang, menunjukkan bahwa keanekaragaman fauna di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran memiliki stabilitas komunitas yang sedang. Indriyanto (2006) menjelaskan bahwa selain mengukur keanekaragaman spesies, indeks keanekaragaman juga dapat digunakan untuk menilai stabilitas komunitas, yaitu kemampuan komunitas untuk mempertahankan kondisi stabil meskipun ada gangguan terhadap komponennya. Semakin tinggi nilai H’, semakin kompleks interaksi antar jenis dengan lingkungan, dan semakin stabil ekosistemnya.

   Jenis fauna yang paling banyak ditemukan di Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran adalah Kuntul (Egretta garzetta) dengan 21 individu, karena lingkungan di sana menyediakan habitat ideal seperti perairan dangkal dan area berlumpur yang kaya makanan. Kuntul cenderung hidup berkelompok, sehingga populasi mereka tampak lebih banyak. Kurangnya predator alami dan gangguan manusia yang minimal di area konservasi memungkinkan populasi kuntul berkembang dengan baik.

   Berdasarkan status konservasi menurut IUCN Red List, sebagian besar fauna di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran masuk dalam kategori Least Concern (LC), yang berarti berisiko rendah dari kepunahan. Namun, ada satu spesies, Agapornis, yang berstatus Near Threatened. Berdasarkan data ini, disarankan agar pihak pengelola menambahkan tanaman peneduh di sekitar kawasan untuk meminimalkan silau dan panas cahaya matahari, meredam kebisingan aktivitas kerja, serta menyediakan habitat bagi satwa seperti burung dan mamalia, serta menarik serangga untuk berkunjung.

 Indeks Keanekaragaman Hayati

Tabel 3.3  Nilai Indeks H’ Tiga Tahun Terakhir

TahunIndeks H'Jumlah Individu
20203,197153
20213,208226
20223,211282
20233,318280
2024*3,330312

*sampai dengan bulan Juni 2024

Data indeks H’ 5 tahun terakhir menunjukan adanya kenaikan indeks keanekaragaman hayati. Kenaikan indeks keanekaragaman hayati tersebut menunjukkan bahwa stabilitas ekosistem cukup baik. Bertambahnya jumlah individu di kawasan tersebut disebabkan karena ada pertambahan jumlah pohon dan perkembangan ekosistem yang menyebabkan pertambahan jumlah fauna di Area Konservasi Pertamina Trans Kontinental Port Benoa Sanggaran.